KSL - UBL Merupakan Kelompok Riset Mahasiswa / Mahasiswi Dibidang Teknologi Informasi Khususnya FOSS (Free Open Source Software)

Sabtu, 25 November 2017

KONFIGURASI DHCP DAN DNS MENGGUNAKAN ISC-DHCP-SERVER DAN BIND9 UNTUK SERVER DI DEBIAN 8 WHEZZY




PENGENALAN DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah untuk mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer dan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer.


DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Serverdan DHCP Client.

DHCP SERVER merupakan sebuah aplikasi yang menjalankan layanan untuk "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya.

DHCP CLIENT Merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.




BAGAIMANA CARA KERJA DHCP?

Pada saat user menghidupkan komputernya dan enghubungkannya ke server yang menggunakan layanan DHCP, maka komputer tersebut otomatis meminta (request) alamat IP ke server. Kemudian server menjawab permintaan komputer tersebut dan memberikannya sebuah alamat IP.



IP Least Request

Komputer client meminta alamat IP ke server

IP Least Offer

DHCP server yang memiliki list alamat IP memberikan penawaran kepada komputer client

IP Lease Selection

Komputer client memilih/ menyeleksi penawaran yang pertama kali diberikan DHCP, kemudian melakukan broadcast dengan mengirim pesan bahwa komputer client menyetujui penawaran tersebut

IP Lease Acknowledge

Pada tahap ini DHCP server menerima pesan tersebut dan mulai mengirim suatu paket acknowledge (DHCPACK) kepada client.

Paket tersebut berisi berapa lama komputer client bisa menggunakan alamat IP tersebut (yang diberikan DHCP server) beserta konfigurasi lainnya. Dan komputer client pun dapat terhubung ke jaringan.

Keuntungan menggunakan layanan DHCP

● Tidak perlu memberikan/ mengkonfigurasi alamat IP kepada client satu per satu
● Mencegah terjadinya IP conflict yang sering terjadi pada suatu jaringan

● Dengan layanan DHCP, komputer client dapat menggunakan alamat IP dalam jangka waktu tertentu (tergantung pemberian server)

● Komputer client dapat menggunakan suatu alamat IP yang tidak dipakai oleh komputer client yang lain

● Selain itu, dengan adanya DHCP, kita dapat mengintegrasikan suatu mesin (host) ke dalam suatu jaringan, karena nantinya mesin tersebut akan mendapat alamat IP juga melalui pooling yang sebelumnya telah dibuat oleh server.


PENGENALAN DNS

DNS adalah hirarkis sistem penamaan desentralisasi untuk komputer ,jasa ,atau sumber daya yang terhubung ke internet atau jaringan pribadi.adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain.


Singkatnya DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.

OS Server

Kali ini saya akan memakai OS Debian 8 wheezy untuk server yang menurut saya varian dari Debian adalah OS besutan Linux yang sangat stabil untuk dijadikan server karena harus melewati proses ujicoba hingga tahunan dan rendah penggunaan resourcenya. Jika kita memperhatikan penggunaan memori dengan mengetikan free -m pada terminal.


KONFIGURASI DHCP DAN DNS UNTUK SERVER

1.Setting IP untuk interfaces yang terhubung ke client dengan mengetikan nano     /etc/network/interfaces

ubah iface eth0 (interface yang terhubung ke client) inet dhcp (secara default dhcp) menjadi static, lalu isi manual untuk address, netmask, network, broadcast, gateway (sesuai admin server).

2.Keluar dari nano dengan cara CTRL+X lalu “Y” untuk yes, lalu enter. Lalu kita restart interface nya dengan perintah /etc/init.d/networking restart


Restart SUKSES.

3. Cek apakah IP sudah terganti untuk interface client dengan perintah ifconfig pada terminal.



IP sudah terganti (192.168.100.1 adalah IP yang saya beri untuk client).

4. Setelah itu kita Konfig isc-dhcp-server pada server dengan perintah nano /etc/dhcp/dhcpd.conf pada terminal.


Akan terbuka file dhcpd.conf , lalu kita cari “A slightly diffrent configuration....” di dalam dhcpd.conf, diatas adalah contoh tampilan line di dalam dhcpd.conf yang akan kita setting.


Berikut adalah tampilan dari line di dalam dhcpd.conf setelah kita setting (hilangkan tanda # dari line “A slightly...” sampai “}”).

5. Lalu restart dhcp server yang tadi kita konfigurasi, gunanya untuk mengaktifkan/mengganti settingan default ke settingan yang kita inginkan, ketikan systemctl restart isc-dhcp-server pada terminal.


Jika berhasil, akan tampil active (running) berwarna hijau pada dhcp kita.

6.Lalu cek apakah Client dapat IP yang di berikan oleh Server apa tidak, caranya masuk ke control panel->network and connections->local area network->properties.



(kebetulan client adalah windows) jika client mendapat IP dari server seperti gambar diatas, berarti setting dhcp server kita telah berhasil.


7. Langkah selanjutnya, kita memastikan konektifitas pada client, apakah benar-benar terhubung dengan baik atau tidak pada server, kita ketikan ping 192.168.100.1 yaitu kita ping ip interface pada server yang terhubung kepada client, dan ping diri kita sendiri yaitu ping 192.168.100.2.


Jika reply seperti gambar di atas, artinya koneksi kita baik-baik saja dan berhasil.

8.Setelah itu, kita setting DNS yang akan di sediakan untuk client, caranya yang pertama kita setting file resolv.conf yang ada di folder etc, dengan mengketikan cd /etc/resolv.conf pada terminal.


Ubah isi file seperti gambar diatas (ubah IP sesuai IP interfaces yang diberikan kepada admin untuk interface client). Setelah itu setelah itu keluar dan save dengan cara CTRL+X dan Y lalu enter.

9. Langkah selanjutnya yaitu mengedit file hosts pada bind dengan cara mengketikan cd /etc/hosts pada terminal.


Ubah seperti gambar diatas. (prasetio adalah user dalam server, dan fajarprasetio.com adalah domain yang akan di convert dari IP 192.168.100.1 ke DNS yang kita sediakan untuk client). Lalu keluar dengan CTRL+X dan pilih Y lalu enter.

10.Pindah direktori ke /etc/bind



11.Lalu, kita copy file db.255 dan db.local menjadi db.fajar1 untuk db.local dan db.fajar2 untuk db.255.



12.Setelah itu kita edit file db.fajar1 yang tadi kita copy, dengan mengetikan nano /var/cache/bind/db.fajar1 pada terminal.



















Diatas adalah tampilan default dari db.fajar1.


Setelah kita edit, maka db.fajar1 akan muncul seperti gambar diatas (untuk IP dan Domain disesuaikan sesuai kebutuhan). Lalu jika sudah, kita save and exit dengan cara CTRL+X -> Y -> enter.

13.Lalu kita edit file db.fajar2, dengan mengetikan nano /var/cache/bind/db.fajar2 pada terminal.



Tampilan diatas adalah isi default dari file db.fajar2



Setelah kita edit, akan menjadi seperti gambar diatas. (IP dan Domain disesuaikan). Lalu save and exit CTRL+X -> Y -> enter

14. Setelah itu, kita akan mengedit file named.conf.local yang berada di dalam folder /etc/bind, caranya dengan mengetikan nano /etc/bind/named.conf.local pada terminal.


Diatas adalah tampilan default dari named.conf.local


















Lalu setelah di edit sesuai kebutuhan, akan tampil seperti gambar diatas. Setelah itu kita save dan exit CTRL+X -> Y -> enter.

15. Setelah selesai mengedit, kita restart dns kita dengan cara mengetikan /etc/init.d/bind9 restart pada terminal lalu enter, jika tidak terjadi error/failed maka konfigurasi berhasil. Lalu test apakah konfigurasi dns kita berhasil atau tidak, caranya dengan mengetik nslookup 192.168.100.1 pada terminal.



Jika tidak ada error/failed pada seperti tampilan diatas, maka 80% konfigurasi dns untuk client telah berhasil, mengapa hanya 80%? Karena konsep dasar dari dns adalah mengkonversi dari IP ke Domain, yang berarti, selain dari IP yang kita nslookup, Domain juga harus kita test dengan nslookup.

16.Kita cek apakah IP berhasil di konversi menjadi Domain oleh bind9, cara ceknya ketikan nslookup fajarprasetio.com pada terminal (fajarprasetio.com adalah domain yang admin server tentukan).


Jika tidak ada error/failed pada seperti tampilan diatas, maka 100% konfigurasi dns untuk client telah berhasil, dan siap di akses oleh client.

Tidak ada komentar: