KSL - UBL Merupakan Kelompok Riset Mahasiswa / Mahasiswi Dibidang Teknologi Informasi Khususnya FOSS (Free Open Source Software)

Sabtu, 25 November 2017

Cara Membuat Line Art Mobil Sport dengan Menggunakan Aplikasi Inkscape

12.22 0







Saat ini perkembangan teknologi sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi ini menyebabkan banyak sekali hal-hal baru yang muncul seperti beragam aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mempermudah setiap pekerjaan. Salah satu contohnya adalah perkembangan aplikasi dalam dunia desain. Banyaknya desainer-desainer yang membutuhkan aplikasi desain membuat banyak developer yang menciptakan aplikasi untuk mendesain dan mempermudah desainer-desainer.

Mahalnya aplikasi-aplikasi yang beredar di pasaran membuat para desainer kesulitan untuk memiliki aplikasi-aplikasi yang dapat membantu desainer untuk mendesain. Inkscape adalah salah satu alternatif aplikasi untuk mendesain secara free karena merupakan aplikasi yang berbasis free source. Inkscape merupakan aplikasi desain berbasis vector sebagai alternatif pengganti aplikasi vector yang berlisensi dan berbayar.

Pengertian Inkscape

Inkscape adalah sebuah software editor gambar vector yang bersifat perangkat lunak bebasdi bawah lisensi GNU GPL. Tujuan utama inkscape adalah menjadi perangkat grafik mutakhir yang memenuhi standar XML, SVG, dan CSS (wikipedia.org).
Pada materi kali ini saya akan memberikan tutorial dan cara untuk membuat line art dari sebuah mobil, dan kebetulan pada kesempatan ini mobil yang akan saya tunjukan adalah mobil Subaru Cosworth Impreza WRX. Sedangkan plikasi yang saya gunakan adalah aplikasi Inkscape. Bagaimana cara membuatnya? let’s check it out!

1.pada saat awal membuka inkscape anda akan diberikan tampilan awal seperti gambar berikut ini
















kemudian untuk menyesuaikan kertas gambar ke mode landscape (karena gambar yang akan saya buat bermode landscape), anda dapat mengklik file > document properties atau dapat juga dengan menekan Ctrl + shift + D















Setelah itu anda akan diberikan tampilan option menu dan pilihlah mode landscape















2.setelah kertas gambar anda menjadi landscape hal yang pertama anda lakukan adalah mencari gambar dari mobil yang akan dibuat line artnya. Setelah anda menemukan gambar yang ingin anda buat line artnya anda dapat menekan Ctrl + I pada keyboard anda dan mengimport gambar tersebut ke kertas gambar inkscape anda. Sebagai catatan untuk memudahkan anda dalam menggambar, anda bisa menekan Ctrl + Scroll mouse untuk menzoom gambar anda, Alt + Scroll mouse untuk menggeser tampilan ke kiri dan kanan, serta scroll mouse untuk menggeser tampilan ke atas dan kebawah.

3.Saatnya kita mulai menggambar. Gunakaan tools bernama draw bezier yang ada di sebelah kiri toolbar untuk lebih jelasnya anda bisa lihat pada gambar dibawah. Atau dapat juga dengan menekan tombol Shift + F6 pada keyboad anda.















5.Kita mulai dari membuat lampu depannya. Pertama anda zoom ke bagian lampu untuk mempermudah dalam menggambar. Kemudian dengan tool draw bezier tadi buatlah titik-titik yang akan membentuk garis dari lampu tersebut.















6.Setelah anda membuat garis-garis tadi anda akan menggunakan tool bernama edit path by note seperti gambar dibawah















setelah anda klik tool tadi anda dapat membuat garis-garis yang tadinya lurus menjadi melengkung dengan cara mendrag dan memainkan setial titik pada garis tersebut.















7.Setelah anda berhasil membuat lampu anda harus mengulangi setiap langkah mulai dari membuat garis hingga selesai pada setiap bagian-bagian mobil















8.jika anda ingin melihat progres dari line art anda, anda bisa menggeser sedikit gambar asli dari mobil tersebut dengan cara mendrag mouse anda pada gambar tersebut















9. teruslah ulangi langkah yang sama hingga seluruh mobil benar-benar selesai digambar















10.Saya akan membuat logo dari mobil ini dengan warna untuk menegaskan kesan aksen dari merk mobil ini. Cara membuatnya sama seperti tadi dengan menggunakan garis-garis dan lingkaran. Namun letak perbedaannya adalah dengan mengklik objek yang ingin di warnai kemudian mengklik warna-warna yang telah disediakan di bagian bawah.















11.Selamat line art mobil anda sudah selesai digambar!















12.Apakah selesai sampai disini? Belum. Anda masih harus mengexport gambar tersebut agar menjadi PNG atau JPG. Caranya adalah anda dapat menekan tombol Ctrl + Shift + E pada keyboard anda, kemudian akan muncul option menu seperti di bawah ini. Klik tombol export as untuk menentukan akan di export dengan format apa gambar anda. Kemudian klik ekposrt















13.Yap dengan begini selesai sudah tutorial dari saya untuk membuat line art sebuah mobil. Semoga dengan adanya hal ini bisa menambah wawasan anda dalam dunia desain, terima kasih dan sampai jumpa.

KONFIGURASI DHCP DAN DNS MENGGUNAKAN ISC-DHCP-SERVER DAN BIND9 UNTUK SERVER DI DEBIAN 8 WHEZZY

08.36 0



PENGENALAN DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah untuk mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer dan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer.


DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Serverdan DHCP Client.

DHCP SERVER merupakan sebuah aplikasi yang menjalankan layanan untuk "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya.

DHCP CLIENT Merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.




BAGAIMANA CARA KERJA DHCP?

Pada saat user menghidupkan komputernya dan enghubungkannya ke server yang menggunakan layanan DHCP, maka komputer tersebut otomatis meminta (request) alamat IP ke server. Kemudian server menjawab permintaan komputer tersebut dan memberikannya sebuah alamat IP.



IP Least Request

Komputer client meminta alamat IP ke server

IP Least Offer

DHCP server yang memiliki list alamat IP memberikan penawaran kepada komputer client

IP Lease Selection

Komputer client memilih/ menyeleksi penawaran yang pertama kali diberikan DHCP, kemudian melakukan broadcast dengan mengirim pesan bahwa komputer client menyetujui penawaran tersebut

IP Lease Acknowledge

Pada tahap ini DHCP server menerima pesan tersebut dan mulai mengirim suatu paket acknowledge (DHCPACK) kepada client.

Paket tersebut berisi berapa lama komputer client bisa menggunakan alamat IP tersebut (yang diberikan DHCP server) beserta konfigurasi lainnya. Dan komputer client pun dapat terhubung ke jaringan.

Keuntungan menggunakan layanan DHCP

● Tidak perlu memberikan/ mengkonfigurasi alamat IP kepada client satu per satu
● Mencegah terjadinya IP conflict yang sering terjadi pada suatu jaringan

● Dengan layanan DHCP, komputer client dapat menggunakan alamat IP dalam jangka waktu tertentu (tergantung pemberian server)

● Komputer client dapat menggunakan suatu alamat IP yang tidak dipakai oleh komputer client yang lain

● Selain itu, dengan adanya DHCP, kita dapat mengintegrasikan suatu mesin (host) ke dalam suatu jaringan, karena nantinya mesin tersebut akan mendapat alamat IP juga melalui pooling yang sebelumnya telah dibuat oleh server.


PENGENALAN DNS

DNS adalah hirarkis sistem penamaan desentralisasi untuk komputer ,jasa ,atau sumber daya yang terhubung ke internet atau jaringan pribadi.adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain.


Singkatnya DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.

OS Server

Kali ini saya akan memakai OS Debian 8 wheezy untuk server yang menurut saya varian dari Debian adalah OS besutan Linux yang sangat stabil untuk dijadikan server karena harus melewati proses ujicoba hingga tahunan dan rendah penggunaan resourcenya. Jika kita memperhatikan penggunaan memori dengan mengetikan free -m pada terminal.


KONFIGURASI DHCP DAN DNS UNTUK SERVER

1.Setting IP untuk interfaces yang terhubung ke client dengan mengetikan nano     /etc/network/interfaces

ubah iface eth0 (interface yang terhubung ke client) inet dhcp (secara default dhcp) menjadi static, lalu isi manual untuk address, netmask, network, broadcast, gateway (sesuai admin server).

2.Keluar dari nano dengan cara CTRL+X lalu “Y” untuk yes, lalu enter. Lalu kita restart interface nya dengan perintah /etc/init.d/networking restart


Restart SUKSES.

3. Cek apakah IP sudah terganti untuk interface client dengan perintah ifconfig pada terminal.



IP sudah terganti (192.168.100.1 adalah IP yang saya beri untuk client).

4. Setelah itu kita Konfig isc-dhcp-server pada server dengan perintah nano /etc/dhcp/dhcpd.conf pada terminal.


Akan terbuka file dhcpd.conf , lalu kita cari “A slightly diffrent configuration....” di dalam dhcpd.conf, diatas adalah contoh tampilan line di dalam dhcpd.conf yang akan kita setting.


Berikut adalah tampilan dari line di dalam dhcpd.conf setelah kita setting (hilangkan tanda # dari line “A slightly...” sampai “}”).

5. Lalu restart dhcp server yang tadi kita konfigurasi, gunanya untuk mengaktifkan/mengganti settingan default ke settingan yang kita inginkan, ketikan systemctl restart isc-dhcp-server pada terminal.


Jika berhasil, akan tampil active (running) berwarna hijau pada dhcp kita.

6.Lalu cek apakah Client dapat IP yang di berikan oleh Server apa tidak, caranya masuk ke control panel->network and connections->local area network->properties.



(kebetulan client adalah windows) jika client mendapat IP dari server seperti gambar diatas, berarti setting dhcp server kita telah berhasil.


7. Langkah selanjutnya, kita memastikan konektifitas pada client, apakah benar-benar terhubung dengan baik atau tidak pada server, kita ketikan ping 192.168.100.1 yaitu kita ping ip interface pada server yang terhubung kepada client, dan ping diri kita sendiri yaitu ping 192.168.100.2.


Jika reply seperti gambar di atas, artinya koneksi kita baik-baik saja dan berhasil.

8.Setelah itu, kita setting DNS yang akan di sediakan untuk client, caranya yang pertama kita setting file resolv.conf yang ada di folder etc, dengan mengketikan cd /etc/resolv.conf pada terminal.


Ubah isi file seperti gambar diatas (ubah IP sesuai IP interfaces yang diberikan kepada admin untuk interface client). Setelah itu setelah itu keluar dan save dengan cara CTRL+X dan Y lalu enter.

9. Langkah selanjutnya yaitu mengedit file hosts pada bind dengan cara mengketikan cd /etc/hosts pada terminal.


Ubah seperti gambar diatas. (prasetio adalah user dalam server, dan fajarprasetio.com adalah domain yang akan di convert dari IP 192.168.100.1 ke DNS yang kita sediakan untuk client). Lalu keluar dengan CTRL+X dan pilih Y lalu enter.

10.Pindah direktori ke /etc/bind



11.Lalu, kita copy file db.255 dan db.local menjadi db.fajar1 untuk db.local dan db.fajar2 untuk db.255.



12.Setelah itu kita edit file db.fajar1 yang tadi kita copy, dengan mengetikan nano /var/cache/bind/db.fajar1 pada terminal.



















Diatas adalah tampilan default dari db.fajar1.


Setelah kita edit, maka db.fajar1 akan muncul seperti gambar diatas (untuk IP dan Domain disesuaikan sesuai kebutuhan). Lalu jika sudah, kita save and exit dengan cara CTRL+X -> Y -> enter.

13.Lalu kita edit file db.fajar2, dengan mengetikan nano /var/cache/bind/db.fajar2 pada terminal.



Tampilan diatas adalah isi default dari file db.fajar2



Setelah kita edit, akan menjadi seperti gambar diatas. (IP dan Domain disesuaikan). Lalu save and exit CTRL+X -> Y -> enter

14. Setelah itu, kita akan mengedit file named.conf.local yang berada di dalam folder /etc/bind, caranya dengan mengetikan nano /etc/bind/named.conf.local pada terminal.


Diatas adalah tampilan default dari named.conf.local


















Lalu setelah di edit sesuai kebutuhan, akan tampil seperti gambar diatas. Setelah itu kita save dan exit CTRL+X -> Y -> enter.

15. Setelah selesai mengedit, kita restart dns kita dengan cara mengetikan /etc/init.d/bind9 restart pada terminal lalu enter, jika tidak terjadi error/failed maka konfigurasi berhasil. Lalu test apakah konfigurasi dns kita berhasil atau tidak, caranya dengan mengetik nslookup 192.168.100.1 pada terminal.



Jika tidak ada error/failed pada seperti tampilan diatas, maka 80% konfigurasi dns untuk client telah berhasil, mengapa hanya 80%? Karena konsep dasar dari dns adalah mengkonversi dari IP ke Domain, yang berarti, selain dari IP yang kita nslookup, Domain juga harus kita test dengan nslookup.

16.Kita cek apakah IP berhasil di konversi menjadi Domain oleh bind9, cara ceknya ketikan nslookup fajarprasetio.com pada terminal (fajarprasetio.com adalah domain yang admin server tentukan).


Jika tidak ada error/failed pada seperti tampilan diatas, maka 100% konfigurasi dns untuk client telah berhasil, dan siap di akses oleh client.

Jumat, 24 November 2017

Konfigurasi FirewallD di RHEL 6/7/Centos 7/Fedora 25/26

20.24 0


Apa sih Firewall?

Mungkin banyak dari kita yang sering keliru mengenai Firewall dengan Access Control List (ACL) atau bahkan banyak juga yang belum mengerti keduanya. Ok kita bahas dengan lugas perbedaannya supaya kita gak salah faham lagi.


Gambar diatas adalah contoh icon dari Firewall itu sendri namun bukan berarti kita menciptakan sebuah tembok yang ada apinya ya, karna pada sejatinya ini hanyalah sebuah analogi saja. Trus apa dong pengertian Firewall? Firewall merupakan metode keamanan dalam jaringan yang bersifat flexibel serta tegas. Flexibel karna dia bisa dengan mudah dirubah dalam membaca tag aktif dan tag pasif serta tegas dalam menetapkan ketentuannya. Jika dianalogikan lagi, firewall lebih seperti Polisi.


Access Control List


Gambar diatas adalah analogi dari ACL, kenapa digambarkan dengan gembok dan list? Karna pada dasarnya kita menggunakan sebuah list yang dijadikan sebagai control dalam jaringan kita. Tidak fleksibel karna bersifat paten dan akurat karna sudah dideklarsikan sebelumnya.Dari dua analogi diatas bahwa kita sudah tahu perbedaan dari keduanya, jadi untuk selanjutnya kalian sudah harus bisa tahu bedanya dan tidak salah dalam mengartikan ya.

PENGERTIAN DARI FIREWALLD

FirewallD adalah firewall dengan solusi yang komplit dan sudah tersedia di Centos 7/Fedora 25/26 dan RHEL 6/7. FirewallD berjalan di dalam terminal firewall-cmd sehingga kita harus mengkonfigurasinya dengan akurat. Sebelum kita mulai mengkonfigurasi FirewallD, ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu konsep dasar dari firewall-cmd agar kita tidak salah dalam mengartikannya.

Zones

FirewallD mengantur dengan menggunakan kelompok aturan yang menggunakan entitas dan disebut dengan “zona”. Zona pada dasarnya adalah kumpulan dari intruksi yang memberikan intruksi jalur ini diizinkan atau tidak sesuai dengan tingkat kepercayan dari jaringan yang terhubung pada komputer kita. Antarmuka diberikan zona untuk menentukan perilaku yang harus diizinkan oleh Firewall.

Ada beberapa hal yang harus kita ketahui dalam mengkonfigurasi FirewallD, diantaranya :

drop : adalah tingkat kepercayaan yang paling rendah, semua koneksi akan dibuang dan tidak diberikan balasan dan mungkin hanya koneksi dari dalam saja yang dibolehkan untuk keluar.

block : hampir sama dengan drop, tapi bukan cuma dibuang tapi juga diberikan pesan dari icmp6-adm-prohibitted atau icmp-host-prohibitted.

public : Merupakan jaringan publik dan tidak tepercaya. Anda tidak mempercayai komputer lain namun mengizinkan koneksi masuk yang masuk pada basis kasus per kasus.

external : Jaringan eksternal jika Anda menggunakan firewall sebagai gateway Anda. Ini dikonfigurasi untuk NAT masquerading sehingga jaringan internal Anda tetap bersifat pribadi namun dapat dijangkau.

internal : Sisi lain dari zona eksternal, digunakan untuk bagian internal gateway. Komputer cukup dapat dipercaya dan beberapa layanan tambahan tersedia.

dmz : Digunakan untuk komputer yang berada di DMZ (komputer terisolasi yang tidak memiliki akses ke jaringan Anda yang lain). Hanya koneksi masuk tertentu yang diizinkan.

work : Digunakan untuk mesin kerja. Percaya sebagian besar komputer di jaringan. Beberapa layanan mungkin diperbolehkan.

home : Lingkungan rumah Ini umumnya menyiratkan bahwa Anda mempercayai sebagian besar komputer lain dan beberapa layanan lagi akan diterima.

trusted : Percaya semua mesin di jaringan. Yang paling terbuka dari pilihan yang tersedia dan harus digunakan secukupnya.


ATURAN PERMANEN

Jadi gini, dalam Firewall itu kita bisa set pemanen atau cuma sementara.Jika sebuah aturan ditambahkan atau diubah, secara default, perilaku firewall yang sedang berjalan dimodifikasi. Pada boot berikutnya, aturan lama akan dikembalikan.Sebagian besar operasi firewall-cmd dapat mengambil flag --permanent untuk menunjukkan bahwa firewall non-fana harus ditargetkan. Ini akan mempengaruhi aturan yang diisikan saat booting. Pemisahan ini berarti Anda dapat menguji aturan di contoh firewall aktif Anda dan kemudian mengisi ulang jika ada masalah. Anda juga dapat menggunakan flag --permanent untuk membangun seluruh rangkaian aturan dari waktu ke waktu yang semuanya akan diterapkan sekaligus saat perintah reload dikeluarkan.

Turning On/Nyalakan Firewall

Gunakan perintah : $ systemctl start firewalld.service


KONFIGURASI DASAR FIREWALLD


Telusuri FirewallD secara Defaults

Gunakan perintah : $ firewall-cmd –get-default-zone
Gambar diatas menunjukan bahwa zona yang sedang aktif adalah publik dan interface yangterhubung dengan zona tersebut adalah wlp3s0 (merupakan interface wireless) karna saya sedang menggunakan interface tsb.

Mencetak Rules/Aturan yang ada di zone Publik

Gunakan perintah : $ firewall-cmd –list-all
Gambar diatas merupakan konfigurasi default karna saya belum mengkonfigurasi FirewallD nya.


Telusuri Zona Alternatif

Gunakan perintah : $ firewall-cmd –get-zones
Nah disitu tertera zona alternatif yang bisa kita guakan selain publik. Untuk keterangan masing-masing zona bisa kalian browse lagi lebih mendalam.

Tampilkan konfigurasi salah satu zona secara menyeluruh

Gunakan perintah : $ firewall-cmd –zone=home –list-all
Pada kasus ini kita menggunakan zona ‘home’ untuk menampilkan konfigurasinya secara menyeluruh


atau kalian bisa menampilkan semua zona dengan konfigurasi mereka masing -masing dengan menggunakan perintah : $ firewall-cmd –list-all-zones | less


Merubah interface yang terhubung dengan salah satu zona

Kita cek terlebih dahulu interface apa saja yang ada didalam perangkat kita

 
Untuk kasus ini saya menggunakan interface docker0 untuk diaktifkan ke zona ‘home’. Kemudian gunakan perintah : $ firewall-cmd –zone=home –change-interface=docker0

Tapi jika restart maka zone yang baru saja rubah tadi tidak terdata karna bersifat sementara:

nah sekarang bagaimana kita buat dia menjadi permanen?


KONFIGURASI FIREWALLD SECARA PERMANEN

Konfigurasi firewalld secara permanent harus kita masukan pada konfigurasi yang sudah ada. Pada Fedora ataupun Centos pada /etc/sysconfig/network-scripts/
Kemudian kita coba rubah konfigurasinya : $ sudo nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-docker0.
Masukan ZONE=home sebagai penanda bahwa interface tersebut masuk kedalam zona home. Kemudian kita coba cek zona yang aktif sekarang








Mengatur Zona Default

Kita mengatur zona default dengan menggunakan syntax : $ firewall-cmd –set-default-zone=home Kemudian kita lihat hasilnya


Mengaktifkan service pada Zona yang Aktif

Kita bisa menambahkan layanan atau port yang kita butuhkan ke zona yang akan kita gunakan. Untuk melihat daftar service yang tersedia : $ firewall-cmd –get-services












Cara mengaktifkan servicenya dengan cara : $ firewall-cmd –zone=public –add-service= < nama service>
Kemudian kita bisa melihat service yang berjalan pada zona dengan cara : $ firewall-cmd –zone= --list-services







Membuat zona buatan sendiri

Dalam beberapa kasus, kita membutuhkan zona-zona baru untuk menyesuaikan kebutuhan. Menambahkan zona baru dengan cara : $ firewall-cmd –permanent –new-zone=   








Kemudian kita reload dan lihat apakah zona kita sudah masuk sebagai permanent atau belum : $ firewall-cmd –reload